ORANG SUKSES...

ORANG ORANG YANG SUKSES TELAH BELAJAR MEMBUAT DIRI MEREKA MELAKUKAN HAL YANG HARUS DIKERJAKAN. MULAILAH SEKARANG....


Terimakasih Atas Kerjasamanya. ”

SMOGA TUHAN YANG MAHA ESA SELALU MERAHMATI PEMIMPIN & RAKYATNYA DALAM MENGAKTUALISASI KEMAMPUAN DAN POTENSI BAGI GUNUNGKIDUL

Jumat, 02 Desember 2011

Jual Tanah Kuburan di Gunungkidul Jogjakarta

Jual Tanah Kuburan di Gunungkidul Jogja.
Anda ingin efesien dan efektive kebutuhan lahan pemakaman. Segera SMS Hub. Prasetiyo 0274-7019049 atau Ina Realty 0274-8203124
Kami melayani kebutuhan lahan pemakaman/kuburan :

1. Kavling Pemakaman Personal :
  • Untuk kavling personal/pribadi dalam komplek area pemakaman umum
  • Untuk kavling personal/pribadi dalam komplek area pemakaman khusus ( Muslim )

2. Kavling Pemakaman Keluarga :
  • Untuk kavling satu keluarga dalam kompleks area pemakaman umum
  • Untuk kavling satu keluarga dalam kompleks area pemakaman khusus
  • Untuk kavling satu keluarga dalam area private
3. Kavling Pemakaman Perumahan (area lahan khusus warga perumahan tertentu)


Fasilitas :
Bisa konsultasi langsung dengan Segera SMS Hub. Prasetiyo 0274-7019049 atau Ina Realty 0274-8203124
  • Jalan masuk mobil
  • Jasa pemeliharaan dan perawatan ( diatur tersendiri )
  • Sertifikat Tanah di atas Notaris
Keluarga Anda adalah harta yang tak ternilai, pemakaman yang layak, legal dan baik adalah tuntutan. Anda kesulitan Segera SMS Hub. Prasetiyo 0274-7019049 atau Ina Realty 0274-8203124.

Selasa, 18 Oktober 2011

Berita Jogja : Tanah SG dan PAG

Yayasan HB VII Menolak
Tegaskan Tanah SG Milik Ahli Waris, Bukan Lembaga

JOGJA
Saturday, 15 October 2011, RADARJOGJA- Keinginan Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengukur keluasan tanah Sultan Ground (SG) dan Pakualaman Ground (PAG) terus dipersoalkan. Setelah ditolak Gubernur DIJ Hamengku Buwono X karena dikhawatirkan hanya akan mengulur waktu pengesahan RUUK menjadi UUK DIJ, sikap kritis menyikapi itu juga disampaikan Yayasan Trah Hamengku Buwono (HB) VII.
Yayasan yang menaungi ahli waris keturunan HB VII itu menganggap bahwa pengukuran tanah SG itu tidak dibutuhkan. Berbeda dengan argumentasi HB X, Yayasan HB VII berpendapat tanah SG tidak perlu diukur karena bukan milik lembaga keraton.
“Pemilik tanah SG adalah ahli waris keturunan HB VII,” ujar Wakil Ketua Yayasan HB VII RM Triyanto Prastowo kemarin (14/10).
Triyanto pun bercerita tentang landasan hukum yang menyatakan tanah SG merupakan tanah pribadi milik HB VII. Itu tertuang dalam Rijkblaad No 16 Tahun 1918 yang dikeluarkan di masa kepemimpinan HB VII.
Berdasarkan undang-undang Kasultanan Jogja itu, tanah SG merupakan tanah milik pribadi HB VII. “Tidak pernah ada yang menyebutkan menjadi milik lembaga keraton,” katanya. Demikian pula dengan tanah PAG diatur dalam Rijkblaad No 18 Tahun 1918.
Karena itu, Triyanto yang terhitung masih cucu canggah HB VII itu mengatakan, menjadi pertanyaan bila kemudian tanah-tanah SG itu hendak diklaim milik keraton dan masuk dalam UU Keistimewaan DIJ.
“Pertanyaannya, apa dasar hukumnya,” gugat keponakan KRAy Hastungkoro, istri ketiga HB IX atau ibunda GBPH Prabukusumo ini.
Pria yang mengajukan pensiun dini dari dinas Polri itu menambahkan, tanah SG dan PAG telah diserobot secara sepihak oleh Pemprov DIJ. Penyerobotan itu dilakukan dengan terbitnya Perda No 5 Tahun 1954. Dalam perda tersebut menyatakan bahwa tanah SG dan PAG telah dinyatakan sebagai tanah milik pemprov.
Aksi penyerobotan itu, imbuh Triyanto, terus berlanjut hingga sekarang. Bahkan sejak beberapa tahun silam, Biro Tata Pemerintahan Setprov DIJ selalu melalukan program pengukuran tanah-tanah SG dan PAG. “Kenapa sekarang mau diukur lagi. Kemana hasil pengukuran Biro Tata Pemerintahan itu?,” tanyanya.
Menyikapi itu, Yayasan Trah HB VII tak ingin tinggal diam. Triyanto bersama pengurus yayasan lainnya segera mengajukan upaya hukum. Ia juga mengungkapkan, selain masih keturunan HB VII, dirinya juga punya garis darah dari HB II. Dari garis ayahnya merupakan keturunan Pangeran Mangkudiningrat, putra HB III.
HB II merupakan satu-satunya raja yang namanya disebutkan dalam Perjanjian Giyanti sebagai pewaris atas tahta Keraton Jogja pasca HB I. Perjanjian Giyanti membagi Kerajaan Mataram menjadi dua, Surakarta dan Jogjakarta.
“Jadi, ada dua darah raja yang mengalir ke saya yakni HB II dan HB VII,” ucap pria yang tinggal di daerah Magangan Keraton Jogja ini.
Dalam kesempatan itu, Triyanto juga mengaku telah mendapatkan kuasa untuk menelusuri tanah-tanah PAG dari putra PA VIII KPH Anglingkusumo. Tanah PAG yang akan diteliti itu antara lain yang berada di pesisir Pantai Selatan Kulonprogo yang sekarang menjadi sengketa karena menjadi lahan penambangan pasir besi.
Di sisi lain, perlu tidaknya keluasan tanah Sultan Ground (SG) dan Pakualaman Ground (PAG) diukur sebelum masuk dalam UU Keistimewaan DIJ terus menjadi perdebatan.
Direktur Pusat Konsultasi Bantuan Hukum (PKBH) Universitas Ahmad Dahlan Heniy Astiyanto SH menilai yang dibutuhkan dalam pengaturan soal SG dan PAG adalah norma yang dituangkan dalam UU Keistimewaan DIJ.
“Lebih penting masalah norma. Bukan soal ukuran atau keluasan tanah,” ujar Heniy.
Menurut Heniy, soal ukuran atau detil keluasan SG dan PAG tidak harus dituangkan dalam UU Keistimewaan DIJ. Masalah itu cukup diatur lebih lanjut dalam peraturan pelaksana. Misalnya dalam peraturan pemerintah atau peraturan presiden. “Akan lebih simpel,” terangnya.
Lebih jauh dikatakan, keberadaan UU Keistimewaan DIJ akan lebih baik bila mengatur tentang kepastian hukum atas pemanfaatan tanah SG dan PAG yang selama ini dilakukan oleh masyarakat.
Pengelolaan tanah SG dan PAG oleh masyarakat itu perlu ada payung hukum yang jelas. Saat ini, lanjut Heniy, banyak warga masyarakat yang menguasai dan mengelola tanah SG dan PAG namun tidak memiliki alas hukum yang jelas. “Hak kelola oleh masyarakat itu juga saatnya diatur,” harapnya.
Heniy juga menyoal adanya tanah-tanah SG dan PAG yang telantar karena belum banyak dimanfaatkan. Tanah yang telantar itu juga harus diatur agar tidak menimbulkan masalah di belakang hari. (kus)

Rabu, 21 September 2011

BERITA GUNUNG KIDUL : Asset Peninggalan Budaya


BERITA GUNUNG KIDUL : Asset Peninggalan Budaya
Peninggalan Purbakala Belum Jadi Aset Penting


GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com - Wilayah Gunung Kidul merupakan satu-satunya kabupaten di DI Yogyakarta yang memiliki kekayaan berupa peninggalan sejarah dari zaman purbakala. Namun, hingga kini, masyarakat masih belum memperoleh keuntungan secara ekonomi dari kehadiran peninggalan purbakala tersebut.

Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul pun mengaku baru akan mendata peninggalan-peninggalan purbakala agar bisa dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurut Bupati Gunung Kidul Suharto, peninggalan purbakala yang sudah lumayan tertata dengan baik hanyalah Situs Sukoliman di Desa Bejiharjo, Karangmojo.

Situs yang menyimpan kekayaan berupa peninggalan purbakala dari zaman megalitikhum atau batu besar ini pun masih sangat jarang dikunjungi oleh wisatawan. Gunung Kidul punya banyak potensi situs purbakala, tapi perlu pendataan yang lebih konkret. Kami baru akan mendata situs mana yang potensial, ujar Suharto, Selasa (19/1/2010).

Kepala Desa Bejiharjo, Yanto menambahkan bahwa hanya Situs Sukoliman yang sudah mulai dikunjungi oleh wisatawan. Menurutnya, kunjungan itu pun masih sangat terbatas untuk keperluan penelitian dari dalam serta luar negeri maupun pendidikan anak sekolah. Padahal di wilayah Desa Bejiharjo, terdapat kekayaan berupa peninggalan purbakala di beberapa lokasi lain seperti di Dusun Gunungbang.

Menempati lahan seluas 2.000 meter persegi, Situs Sukoliman memiliki kekayaan berupa lima kubur batu, 80 menhir, dan kapak batu yang dikelilingi pagar kawat. Sementara Situs Gunungbang sama sekali tidak terawat, hanya bebe rapa kubur batu nongol dari dalam tanah di antara rerimbunan tanaman pertanian.

Masyarakat di sekitar situs cenderung tidak dibekali tentang sejarah situs. Masih banyak dari peninggalan purbakala itu yang dibiarkan terpendam di halaman rumah warga.

Karena pengelolaan situs telah diserahkan oleh pemerintah desa ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala, pemerintah desa cenderung tidak punya, kewenangan untuk penataan.

"Sejauh ini, pemerintah desa juga sama sekali belum mendapat kontribusi dari wisata purbakala. Masih sepi pengunjung, belum layak jadi aset desa," tambah Yanto.

Selasa, 19 Juli 2011

Dijual Rumah Toko Jalan Baron di Wonosari

Dijual Rumah Toko Jalan Baron di Wonosari
DIJUAL SECEPAT-CEPATNYA !!!
Cek Lokasi dan Dokumen bisa menghubungi Ina Realty atau Prasetiyo 0274-7019049

1. (RHA.01.07.11)Rumah dan Toko Jl. BAron
Spec.
  • Hak Kepemilikan : Sertifikat Hak Milik
  • Luas Tanah : 180 m2 HAdap BArat
  • Luas Bangunan : 225 m2 bangyuna 2 lantai
  • Ruang Usaha,Ruang Tamu,Ruang Makan,3Kamar Tidur,Ruang Keluarga,2kamar mandi,Air Sumur dan Sanyo
Lokasi :
Cocok untuk Usaha,kantor,bengkel,outlate, dsj; 300 m dari Terminal Wonosari, 600 m dari kota kabupaten gunungkidul, Centra perdagangan, dan pemukiman, jalur wisata pantai Baron

Harga :
..............Rp. 750.000.000 Negotiabel.......................

2. (RLA.02.07.11) Tanah dalam Kota Gunungkidul
Spec.
  • Hak Kepemilikan SHMPekarangan
  • Luas Tanah : 500an m2
  • Hook Hadap Timur dan Selatan

Lokasi :
Cocok untuk Usaha,kantor,bengkel,outlate, dsj; 300 m dari Terminal Wonosari, 600 m dari kota kabupaten gunungkidul, Centra perdagangan, dan pemukiman, jalur wisata pantai Baron

Harga :
----------Rp. 200.000.000-------------

3. (RLA.03.07.11) Tanah dalam Kota Gunungkidul
Spec.
  • Hak Kepemilikan SHMPekarangan
  • Luas Tanah : 310an m2
  • Hadap Barat
Lokasi :
Cocok untuk Rumah Tinggal, Kost, 300 m dari Terminal Wonosari, 600 m dari kota kabupaten gunungkidul, Centra perdagangan, dan pemukiman, jalur wisata pantai Baron

Harga :
---------Rp. 179.000.000-------------

Cek Lokasi dan Dokumen bisa menghubungi Ina Realty atau Prasetiyo 0274-7019049

BERKEBUN POHON JATI DAN AKASIA

DIJUAL JALUR LINGKAR SELATAN

(RLA.01.07.11)
Spec.
  • Kepemilikan Letter C
  • Luas Tanah + - 7.000 m2 Lebar depan 125m
  • Kebun pohon jati dengan pengaturan tanam yang bagus dan terawat
  • Tumbuh usia 1 sampai 5 tahun 1000 pohon, pohon kedua lingkar pohon 15 - 40 cm,
  • Kontur Tanah Kering datar 35% naik 65%, Cocok untuk penanaman akasia, jati.
Lokasi terletak :
  • 2 km dari jalan raya saptosari - playen - panggang daerah lingkar selatan
  • Daerah jalur alternatif Paliyan, Saptosari, WOnosari.
  • 3 km dari kecamatan/polsek/pasar Saptosari,SMK,kantor desa
Harga : 80 juta rupiah negotiabel banget

Selasa, 21 Juni 2011

BERITA PROPERTY

Pertumbuhan pasar properti 2012 diproyeksi kian positif
Oleh Mia Chitra Dinisari
Published On: 21 June 2011

SINGAPURA: Pertumbuhan pasar properti nasional diperkirakan mencapai rata-rata 10%-20% per tahun dan semakin positif pada 2012 menyusul proyeksi perbaikan kondisi perekonomian.

Namun, Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah S. Thaib mengatakan investasi asing masih minim di Indonesia karena investor belum mengetahui besarnya potensi yang ada.

"Yang paling berpotensi untuk menarik bagi investor asing saat ini superblok karena pengembangannya bisa lebih cepat dan juga lebih mudah dijual," ujar Hiramsyah usai mempresentasekan potensi properti Indonesia dalam Real Estate Investment World ke 10 di Singapura hari ini.

Padahal, lanjut dia, kebutuhan akan ketersediaannya sangat mendesak mengingat tingkat kemacetan di Jakarta sangat tinggi sehingga perlu diterapkan strategi untuk mengurai kemacetan tersebut dengan konsep kawasan superblok itu.

"Kami harap akan makin banyak investor asing yang masuk untuk menggarap proyek superblok ini kedepannya," tambahnya.

Bagus Adikusumo, Direktur PT Colliers Internasional, salah satu konsultan properti nasional, mengatakan saat ini kecenderungan pengembangan bisnis properti oleh investor secara internasional memang mengarah pada pengembangan kawasan superblok.

Alasannya, katanya, sistem pembangunan bisa dikerjasamakan antar beberapa investor, juga karena akan ada penghematan dalam biaya pembelian lahan.

"Karena umumnya di negara manapun harga tanah akan lebih murah jika dibeli dalam luasan yang lebih besar, ini tentu menguntungkan investor," ujar Bagus hari ini.

Di Indonesia sendiri, katanya, potensi dikembangkannya superblok masih sangat besar bukan hanya di Jakarta, tetapi juga dikota-kota besar lainnya seperti Bandung, Medan dan Surabaya. (arh)

Rabu, 15 Juni 2011

JALAN - JALAN DIKOTA GUNUNGKIDUL

mENGENAL koTA gUNUNGKIDUL
Ayoo jalan-jalan dikota Wonosari Gunungkidul, menarik Lho!
  1. Jalan H. Agus Salim
  2. Jalan Wonosari - Jogyakarta
  3. Jalan Tentara Pelajar
  4. Jalan BAron
  5. Jalan Bringjen Katamso
  6. Jalan Veteran
  7. Jalan Mgr Sugiopranoto
  8. Jl. Sumarwi
  9. Jalan Pramuka
  10. Jalan Kesatrian
  11. Jalan Alun-alun
  12. Jalan Taman BAkti
  13. Jalan Kol. Sugiono
  14. Jalan Satria
  15. Jlan KH. Diwantoro
Monggo Anda melintas dan berleha-leha awas ada jalan satu arah, ada alan kewisata pantai , ada jalan keindustri gaplek dan sentra ekonomi gunungkidul, dan jalan sentar perkebunan jati. Ayoo mau investasi hubungi kami Inarealty Property Agent 0274-

Jumat, 27 Mei 2011

SELAMAT DAN SUKSES KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Gunungkidul 180 Tahun ; Maju Mandiri, Kelola SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat
Jumat Kliwon,27 Mei 2011 Kab Gunungkidul (GK) genap berusia 180 tahun. Selama 18 dekade, dipimpin 27 Bupati dan baru sekarang, Ny Hj Badingah S Sos adalah bupati pertama wanita. Temanya hari jadi tahun ini : “ Dengan Hari Jadi ke 180 Kab Gunungkidul, Kita Tingkatkan Kemandirian Dalam Mengelola Sumber Daya Alam untuk Kesejahteraan Masyarakat. ”Kab GK, luasnya 148.536 Ha (1.485,36 Km persegi). Sawah 7.746 Ha (5,22%), Tegalan 84.093 Ha (56,61%), Pekarangan 24.493 Ha (16.49%). Kini dihuni 830.032 jiwa, tersebar di 18 Kec, 144 desa, 1.431 dukuh/ RW dan 7.000-an RT. Kecamatan dengan penduduk terpadat ada di Wonosari, Playen, Semanu, Karangmojo dan Ponjong. Kecamatan termuda, Saptosari, Gedangsari, Girisuba dan Purwosari. Merujuk tema, rakyat GK kini memacu pembangunannya dengan andalan SDA, etos kerja. SDA GK bahan tambang, ada tras, kaolin, phospat, pasir kwarsa, kalsit. GK juga kaya sumber alam hayati, hutan, sedang SDA lain adalah potensi perikanan, objek wisata beberapa pantai, misal Baron, Kukup, Krakal dan lain-lain . Potensi pertanian padi/Gaga, perkebunan, hortikultura, sayur-sayuran dan buah-buahan, peternakan. Sektor industri antara lain, anyaman bambu, kulit, pande besi, tegel giring, topeng, gamping, genting, kuningan/perak dan potensi seni-budayanya. Sejak lahirnya 27 Mei 1831 atau Jumat Legi 15 Besar Tahun Jawa, JE, 1758. Jika dirinci, GK di kala zaman penjajahan/Kerajaan hingga kemerdekaan 1945 dipimpin 7 Bupati bergelar Mas Tumenggung, Raden Tumenggung. Tahun 1945-Orba ada 13 Bupati kebanyakan bergelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dan era reformasi hingga kini dijabat variatif, bahkan sempat dipimpin seorang Profesor/Guru Besar dan putra daerah. Yaitu Alm Prof Dr Ir Soempenoputra MSc. Kalau Kekudangan Kabupaten GK masih ‘Handayani’ (Hijau,asah-asih-asuh, normatif, dinamis, yakin, nilai tambah dan indah) masih dijadikan pedoman, maka tema HUT tahun ini masih relevan. Artinya, GK yang sudah hijau, layak ditingkatkan dan dilestarikan, artinya harus zerro illegal logging, sebaliknya kinerja dinas kehutanan harus optimal, termasuk perkebunan, pertaniannya. Guna mewujudkan inti tema paralel Handayani, berarti SDM dan birokrat harus profesional. Penduduk usia produktif yang bergelar D3, S1, S2 harus fokus memberi andil, tak kalah penting pemerintahan Daerah harus clean-clear governance atau bersih KKN. Adanya hanya tulus ikhlas labuh labet demi kesejahteraan kawula GK. Indikatornya income perkapita harus terus naik. Supra dan infrastruktur GK boleh dikatakan cukup memadai. Untuk mencapai tema kesejahteraan masyarakat, selayaknya ada target. Sektor pemenuhan pangan. Apa masih ada yang makan tiwul?. Sektor kesehatan, pendidikan sudah terpenuhi? Sektor ketenagakerjaan? Budaya ‘bebara’/merantau ke kota-kota besar, sudahkah menurun atau justru naik. Sebab sektor ini, meski tak masalah, karena mereka/perantau adalah penyumbang devisa daerah. Guna mewujudkan cita-cita ‘Handayani’ disinergikan dengan tema, sepertinya diperlukan strategi, Misal mengubah mindset rakyat GK, intinya bagaimana strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah? Berapa idealnya guna menyejahterakan rakyatnya?. SDA andalan yang mana? Pariwisata, tambang, kehutanan, perkebunan dan atau tenaga kerja?. Jika pilihan pada tenaga kerja, memang upaya mengubah image dari pensuplay PRT, harus diubah pensuplai tenaga kerja beretos kerja tinggi, jujur, profesional. Lantas kapan? Tahun ini atau 2025 sebagaimana tercantum dalam visi GK yang berdaya saing, maju, mandiri dan sejahtera!?. Jika pembangunan Jalan Lintas Selatan Selatan (JLSS) dijadikan salah satu rangsangan. Kemudian sarana perhubungan darat yang menghubungkan Wonosari Klaten, Wonosari Bantul, Wonosari-Yogya, Wonosari-Sleman yang selama ini sudah merupakan jalur sebaran tenaga kerja dari GK ketika musim kemarau. Sebenarnya dapat dijadikan salah satu instrumen PAD. Sedangkan Pacitan-Wonogiri-Wonosari (Pawonsari) yang sejak Orba sudah diwacanakan apakah sudah ada MOU-nya, bidang sektor apa yang sudah, sedang disinergikan. Memang Wonosari 10 tahun terakhir ini moncer dengan Campursarinya. Hingga kini terus menjadi branding GK dan adalah tugas jajaran birokrasi, DPRD-nya. Yaitu membantu memperjuangkan kelestarian dan pengembangannya, dengan anggaran memadai. Agar anak cucu, generasi penerus dari Trah GK tahu laku jantraning sejarah GK dan siapa saja nama-nama bupati yang Ngasta Keprabon Kadipaten GK sejak 1831 hingga sekarang. Penulis usul, mungkinkah nama-nama bupati (maaf yang sudah wafat), diabadikan menjadi nama-nama jalan di ibu kota GK yakni Kota Wonosari dan atau di beberapa ibu kota kecamatan?. Tentu harus melalui kajian sejarah, ada regulasi/payung hukum semisal perda dan persetujuan ahli waris. Sumangga! Dirgahayu Kabupaten Gunungkidul, Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati segala daya upaya brayat ageng Kabupaten Gunungkidul dimana pun berada. Dan kepada Bupati, Ibu Hj Badingah SSos, melalui cipta, rasa, dan karsa serta sentuhan halus tangannya. Semoga harkat, derajat, martabat wanita GK menjadi suri teladan di bidang, sektor apapun. Suket godhong dadi rewang, bukan suket godhong dadi mungsuh. q - g. (2962-2011). *) Drs Gatot Marsono MM, Purnawirawan Pemprov DIY, Pengasuh Obrolan Pak Bares RRI dan Kaca Benggala TVRI Yogya.

Selasa, 17 Mei 2011

INVESTASI PROPERTY = HOTEL

HOTEL - HOTEL GUNUNG KIDUL MEMBANGUN EKSOTISME KAWASAN SELATAN JOGJAKARTA

  1. Hotel Queen Of The South di Girijiati, Kecamatan Purwosari Telepon ( 0274) 367196, 367197
  2. Hotel Rahayu di Girijati, Kec. Purwosari Telepon 081578865005
  3. Hotel Atas di Girijati Kec. Purwosari Telepon 081578829047
  4. Hotel Mitra Wisata di Girijati,Kecamatan Purwosari
  5. Hotel Bukit di Girijati, Kecamatan Purwosari
  6. Hotel Anisa di Girijati Kecamatan Purwosari
  7. Hotel Carolina di Girijati Kecamatan Purwosari
  8. Hotel Sidodadi di Girijati , Kecamatan Purwosari
  9. Hotel Budi Inn di Girijati, Kec.Purwosari Telepon ( 0724) 367781
  10. Hotel Puncak Pertama di Girijati, Kecamatan Purwosari
  11. Hotel Putra Tanjung di Girijati, Kec. Purwosari
  12. Hotel Arjuna di Girijati, Purwosari
  13. Hotel Rukun di Girijati Kecamatan Purwosari
  14. Hotel Wismasari Jl. Agus salim 01,Wonosari Telepon (0274)391602
  15. Hotel Puri Damai Jl. Brigjen Katamso No.01 Wonosari telepon ( 0274) 391486
  16. Hotel Sederhana Jl.Karangmojo Km.2 telepon (0274) 393299

Sumber : gunungkidulkab.co.id

MELEPAS LELAH...AYO SINGGAH....

Wisma Joglo Samiaji Wonosari

Penginapan/Hotel di Gunungkidul | Aman Nyaman dan TerjangkauWisma Joglo Wonosari, akan menjadi solusi bagi anda saat berkunjung ke Gunungkidul di antara sekian banyak penginapan/hotel yang ada. WIsma Joglo yang berada di dekat pusat kota Wonosari tepatnya di Jl.Sumarwi Gg. Mayang Gadungsari RT.06/12 Wonosari Gunungkidul Yogyakarta ini menawarkan suasana yang nyaman dan aman sebagai tempat melepas lelah.

Wisma Joglo menyediakan 3 tipe kamar, yaitu : Standard dengan fasilitas double bed, fan + tv dengan tarif Rp.75.000,- , Middle dengan fasilitas double bed, AC + TV, tarif 120.000,- dan VIP dengan fasilitas Double bed/Single bed (optional) , AC + TV serta ruangan yang lebih luas dengan tarif Rp.160.000,-. Wisma Joglo Wonosari juga menyediakan Joglo Samiaji yang bisa digunakan untuk menggelar pertemuan dengan kapasitas 50 orang. Biaya sewa pun tergolong murah, hanya Rp.200.000,-/hari (tanpa sound system). Dengan tempat parkir yang luas dan keamanan terjamin, menjadi recommended point wisma ini.

Wisma Joglo Samiaji Wonosari | Tempat penginapan yang aman dan nyaman di GunungkidulWisma Joglo Samiaji Tampak Depan

Wisma Joglo Penginapan dengan Tempat parkir yang luas dan amanTempat Parkir Yang Luas

Pengunjung pun semakin dimanjakan dengan adanya Warung Ginastel yang menyediakan teh dan kopi legi-panas-kentel untuk menemani anda menikmati suasana tentrem ayem ala Gunungkidul. Bagi para onliner, tidak usah khawatir, hotspot dengan kecepatan akses yang tak kan mengecewakan disediakan di wisma ini. Dan pada saat ini Ir.Agus Sugeng Wibowo atau yang akrab dipanggil pak Bowo selaku Manager Wisma sedang mengembangkan Warung Joglo yang rencananya akan menyediakan berbagai kerajinan dan oleh-oleh khas Gunungkidul.

Penyewaan Joglo untuk acara pertemuan, Reuni, ArisanJoglo Samiaji, disewakan untuk acara pertemuan

Untuk booking/reservasi bisa menghubungi nomor telpon (0274)391222, atau HP : 0817467204 - 081328745089. Nikmati keramahan adem tentrem-ayeming Gunungkidul di Wisma Joglo Wonosari.www.wisatagunungkidul.com

Rabu, 04 Mei 2011

PRIMARY PROPERTY

Pemerintah Janjikan Kredit Rumah Murah Rp 25 Juta Berbunga 6,4%
Wahyu Daniel - detikFinance


Jakarta - Untuk mendorong kepemilikan rumah pegawai bergaji rendah, pemerintah tengah mengupayakan rumah murah seluas 36 meter persegi seharga Rp 20 juta sampai Rp 25 juta. Bunga kredit yang diberikan mencapai 5-6,4%.

Dikutip dari situs Kementerian Perumahan Rakyat, Kamis (5/5/2011), pemerintah menyatakan berupaya memperluas cakupan kelompok pegawai yang berpenghasilan antara Rp 1,2 jtua sampai Rp 2 juta melalui program murah.

Terhadap program rumah murah ini, pemerintah akan memfasilitasinya melalui:


  • KPR dengan tingkat suku bunga sebesar 5-6,42 % (persen) yang tetap selama masa pinjaman (15 tahun)
  • Komponen tanah disediakan oleh pemerintah daerah
  • Komponen prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) dibantu oleh APBN. Dengan kebijakan tersebut angsuran rumah berkisar antara Rp 160 sampai Rp 220 ribu per bulan.
Selain itu, Kemenpera melalui Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU-PPP) menggandeng enam Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada masyarakat di daerah.

Keenam BPD yang ikut serta dalam penyaluran FLPP tersebut antara lain BPD Nusa Tenggara Timur, BPD Sumatera Utara Konvensional dan Syariah, BPD Kalimantan Timur, BPD Papua, BPD Sumatera Selatan Bangka Belitung, BPD Riau Kepri Konvensional dan Syariah.

"Saya berharap BPD ke depan bisa ikut serta dalam menybarkan pelayanan FLPP di daerah," ujar Menpera Suharso Monoarfa.

Lebih lanjut, Suharso Monoarfa menerangkan, akumulasi dana FLPP dari 2010 hingga 2011 mencapai Rp 6,25 trilliun. Dana tersebut diharapkan mampu mendukung sasaran penerbitan KPR untuk 2011 sebanyak 134.000 unit rumah sejahtera dan 50 ribu unit rumah murah.

Sedangkan hingga saat ini skim FLPP sudah memfasilitasi 22.180 unit rumah sejahtera dengan nilai Rp 680,8 miliar. Pada saat ini sedang diproses pencairan dana FLPP hingga 6 Maret 2011 sebesar Rp 465 miliar untuk KPR Sejahtera sebanyak 14.495 unit.

Pada sisi suplai, pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.03/2011 Tahun 2011 telah menaikkan batas maksimum harga rumah sejahtera yang dibebaskan dari pengenaan PPN, yaitu dari Rp 55 Juta menjadi Rp 70 Juta. Kebijakan yang mulai berlaku sejak 28 Februari 2011 ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja suplai rumah sejahtera.

Satu hal yang perlu diingat bahwa berdasarkan UU No. 1 Tahun 2011 luasan lantai rumah sejahtera minimal adalah 36 m2. Pemerintah menyadari untuk penerapannya memerlukan waktu transisi.

Untuk itu rumah sejahtera dengan ukuran luas lantai kurang dari 36 m2 yang masih akan difasilitasi KPR yang didukung oleh FLPP ini adalah rumah sejahtera yang akad kreditnya dilakukan hingga 31 Januari 2012.(dnl/ang)

Rabu, 20 April 2011

DIJUAL TANAH WONOSARI - SAPTOSARI

CEPAT!!! DIJUAL TANAH (Masuk Kecamatan Saptosari)
(RLA.01.04.11)Jalur Lingkar Selatan
SPEC.
  • Sertifikat HM Tegal
  • Hadap Barat
  • Luas Tanah + - 9.543 m2 Lebar depan 125m
  • Kebun pohon jati dengan pengaturan tanam yang bagus dan terawat
  • Tumbuh usia 1 sampai 5 tahun 3000 pohon,1000 pohon pohon kedua lingkar pohon 15 - 25 cm,
  • Kontur Tanah datar 35% naik 65%, 1 km dari jalan raya saptosari, daerah lingkar selatan
  • Daerah jalur alternatif Paliyan, Saptosari, WOnosari.
  • 2 km dari kecamatan/polsek/pasar paliyan dan saptosari
Harga : 110 juta rupiah negotiabel banget
...........SUDAH LAKU..............

INVESTASI DI GUNUNGKIDUL SIAPA TAKUT !!!

Pasar Modern Makin Menjamur di Gunungkidul

Ilustrasi. Foto: Koran SI
Ilustrasi. Foto: Koran SI

GUNUNGKIDUL - Keberadaan pasar modern di Gunungkidul, Yogyakarta, sudah sejak tiga tahun lalu terlihat makin tumbuh pesat.

Bahkan tampaknya tak berpengaruh dengan dikeluarkannya Surat Edaran Bupati nomor 511/0267 pada Maret 2009, tentang pembatasan jumlah pasar modern, namun tidak mengatur jarak dengan pasar tradisional.

Berkaitan dengan ini, Kepala Disperindakoptam Gunungkidul, Budi Santoso, pembatasan pasar modern belum menyelesaikan masalah terkait dengan semakin menurunnya pengunjung pasar tradisional.

"Pembatasan belum menyelesaikan masalah, lebih baik jika ditata ulang, saya yakin akan mampu bersaing," katanya kepada wartawan, Kamis (31/3/2011).

Dia menambahkan, pembatasan terhadap pasar modern hanya akan membuat pemerintah terjebak pada persoalan pertentangan. Seharusnya pasar modern selaku kompetitor dijadikan sebagai penyemangat untuk meningkatkan kualitas pasar tradisional, sehingga mampu diminati masyarakat.

“Jika pasar tradisional mampu mennyediakan kenyamanan, saya rasa akan lebih banyak pengunjung yang datang,” imbuhnya

Sementara kabid Perdagangan Disperindakoptam Gunungkidul, Siwi Iriyanti mengatakan, untuk pemberian izin, pasar modern di lima kecamatan sudah dihentikan karena terlalu banyak.

“Kecamatan Wonosari, Playen, Semin, Karangmojo, dan Ponjong, sudah tertutup, sementara kecamatan lainnya hanya diperbolehkan satu pasar modern,” katanya.

Salah seorang pedagang di sekitar pasar Playen Tono (32) mengakui penurunan omzet dagangan diakibatkan munculnya pasar modern sekira dua tahun terakhir.
"Memang ada penurunan pengunjung, karena munculnya pasar modern,” katanya.
31 MAret 2011 okezone.com(Markus Yuwono/Trijaya/ade)